Dari Beasiswa Cendekia BAZNAS, Dewi Aktif Berkarya hingga Jadi Campus Ambassador
Di tengah padatnya aktivitas sebagai mahasiswa, Dewi Masita selalu menemukan alasan untuk terus mencoba. Kuliah, organisasi, membuat konten, hingga mengikuti berbagai ajang menjadi bagian dari kesehariannya. Mahasiswa S1 Ekonomi Islam Universitas Brawijaya dan penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS ini percaya, masa kuliah adalah waktu untuk memperluas pengalaman dan mengenal lebih banyak potensi dalam dirinya.
Kesempatan yang Kembali Datang
Salah satu pengalaman yang paling membekas bagi Dewi terjadi pada 2025. Saat itu, ia mendapat kesempatan menjadi OPPO Campus Ambassador. Namun, karena waktunya bertepatan dengan agenda lain, kesempatan tersebut harus ia lepaskan.
Rasa kecewa sempat muncul. Namun, Dewi memilih tetap melanjutkan aktivitasnya. Ia menjalani perkuliahan, aktif dalam organisasi, dan terus membuat konten. Setahun kemudian, kesempatan tersebut kembali terbuka melalui seleksi OPPO Campus Ambassador (OCA) Batch 2 2026.
Kali ini, Dewi memutuskan untuk mencoba lagi. Ribuan pendaftar dari berbagai daerah ikut dalam seleksi tersebut. Setelah melalui proses yang ada, ia berhasil terpilih menjadi OPPO Campus Ambassador 2026.
Bagi Dewi, pencapaian itu terasa lebih berarti karena ia pernah berada di posisi harus merelakan kesempatan yang sama. Pengalaman tersebut semakin menguatkan prinsip yang ia pegang, “Yang Tertakar tak akan Tertukar.”
Tidak Hanya Sibuk di Ruang Kuliah
Kesempatan untuk berkembang juga Dewi temukan melalui organisasi. Pada 2026, ia dipercaya menjadi General Secretary Badan Pengurus Inti KSEI CIES FEB Universitas Brawijaya.
Menjalankan peran tersebut membuat Dewi berhadapan dengan berbagai karakter dan tanggung jawab. Ia belajar mengatur pekerjaan, berkomunikasi dengan anggota, menyampaikan gagasan, serta bekerja bersama orang lain.
Baginya, organisasi menjadi tempat untuk mengenal sisi lain dari dirinya. Ia tidak hanya belajar tentang bagaimana sebuah kegiatan dijalankan, tetapi juga bagaimana menghadapi perbedaan pendapat dan menyelesaikan tanggung jawab bersama.
Membawa Ekonomi Islam ke Media Digital
Di luar kegiatan kampus, Dewi aktif sebagai content creator. Ia ingin memanfaatkan media sosial untuk membicarakan hal-hal yang dekat dengan bidang studinya, seperti ekonomi Islam, social finance, serta zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF).
Dewi ingin topik tersebut dapat dipahami lebih mudah oleh generasi muda. Menurutnya, pembahasan ekonomi Islam tidak harus selalu menggunakan istilah yang rumit. Dengan penyampaian yang sederhana, media digital dapat menjadi ruang untuk mengenalkan isu tersebut kepada lebih banyak orang.
Keinginan itu juga membuat Dewi tidak sekadar membuat konten berdasarkan tren. Ia ingin ada pengetahuan dan pesan yang bisa dibawa pulang oleh orang yang melihat karyanya.
Menghubungkan Ilmu dengan Isu Lingkungan
Ketertarikannya pada ekonomi Islam turut mendorong Dewi mengembangkan gagasan mengenai isu lingkungan. Salah satunya adalah inovasi pembiayaan pembelian sertifikat karbon bagi perusahaan penghasil emisi di Indonesia melalui instrumen syariah.
Gagasan tersebut berangkat dari persoalan biaya sertifikat karbon yang dapat menjadi tantangan bagi perusahaan. Dewi mencoba melihat peluang penggunaan instrumen syariah sebagai alternatif pembiayaan.
Melalui gagasan ini, Dewi ingin menunjukkan bahwa ilmu ekonomi Islam dapat digunakan untuk melihat persoalan yang lebih luas. Baginya, apa yang dipelajari di bangku kuliah akan terasa lebih bermakna ketika dapat dikembangkan menjadi gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
BAZNAS Menjadi Bagian dari Perjalanan
Di tengah berbagai aktivitas tersebut, Dewi menjalani pendidikan sebagai penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS. Dukungan tersebut menjadi bagian dari perjalanan akademiknya sekaligus menemani prosesnya dalam mengembangkan potensi di luar perkuliahan.
Bagi Dewi, masa mahasiswa adalah kesempatan untuk mencoba banyak hal sebelum memasuki dunia yang lebih luas. Karena itu, ia berusaha memanfaatkan waktu yang dimiliki untuk belajar dari berbagai pengalaman, bertemu orang baru, dan menemukan bidang yang ingin terus ia kembangkan.
Ke depan, Dewi ingin tetap berkarya sebagai content creator dan membawa isu ekonomi Islam serta ZISWAF lebih dekat dengan generasi muda. Ia juga ingin terus mengembangkan gagasan yang menghubungkan ekonomi Islam dengan persoalan sosial dan lingkungan.
Perjalanan Dewi menjadi OPPO Campus Ambassador menjadi salah satu pengingat bahwa sesuatu yang sempat terlewat belum tentu benar-benar hilang. Kesempatan yang dulu harus ia lepaskan akhirnya datang kembali ketika ia sudah lebih siap.
Kini, Dewi memilih untuk terus mencoba tanpa terlalu takut jika hasilnya belum sesuai harapan. Baginya, setiap proses memiliki waktunya sendiri. Dengan dukungan Beasiswa Cendekia BAZNAS, ia ingin menjadikan masa kuliah sebagai ruang untuk bertumbuh, berkarya, dan mempersiapkan diri agar kelak dapat memberikan manfaat yang lebih luas.