Diposting Senin, 24 Agustus 2026
Oleh: Humas BAZNAS RI
Dari Jajanan Sekolah, Tumbuh Menjadi Usaha yang Lebih Nyaman dan Produktif

Di tengah riuhnya aktivitas sekolah, ada usaha kecil yang terus tumbuh berkat ketekunan dan semangat seorang ibu. Dialah Lilis Komala Sari, yang setiap hari mengandalkan usaha berjualan jajanan anak di lingkungan sekolah untuk memenuhi kebutuhan para siswa sekaligus menopang perekonomian keluarganya.

Bagi Bu Lilis, berjualan bukan sekadar aktivitas mencari penghasilan. Di balik jajanan yang ditata dan ditawarkan kepada anak-anak sekolah, tersimpan perjuangan untuk membangun kehidupan keluarga yang lebih baik.

Usaha yang bermula dari sederhana itu perlahan menunjukkan perkembangan. Namun, berjualan di ruang terbuka tentu memiliki tantangan tersendiri. Keterbatasan sarana membuat aktivitas berjualan belum sepenuhnya nyaman, terlebih ketika harus menghadapi teriknya matahari maupun perubahan cuaca.

Harapan untuk mengembangkan usaha kemudian mendapat dukungan melalui pembiayaan dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Kota Cimahi. Dukungan tersebut dimanfaatkan Bu Lilis untuk meningkatkan sarana berjualan sehingga kini ia memiliki lapak dan payung yang membuat kegiatan usahanya menjadi lebih nyaman, tertata, dan terlindungi dari panas maupun cuaca.

Perubahan sederhana pada sarana usaha ternyata membawa dampak yang berarti. Dengan tempat berjualan yang lebih layak, Bu Lilis dapat menjalankan aktivitasnya dengan lebih nyaman sekaligus memberikan tampilan usaha yang lebih tertata kepada para pembeli.

Yang lebih menggembirakan, perkembangan usaha tersebut turut tercermin pada peningkatan omzet. Jika sebelumnya omzet usaha berada di kisaran Rp100.000 per hari, kini omzet Bu Lilis mampu mencapai sekitar Rp300.000 per hari.

Bagi Bu Lilis, peningkatan tersebut menjadi alasan untuk semakin bersyukur. Ia menyadari bahwa perkembangan usahanya tidak terlepas dari dukungan dan kepedulian banyak pihak, termasuk para muzaki yang telah menitipkan zakatnya melalui BAZNAS.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas bantuan dan dukungan yang saya terima. Lapak dan payung ini sangat membantu saya berjualan dengan lebih nyaman. Omzet juga Alhamdulillah meningkat. Terima kasih kepada para muzaki BAZNAS yang telah menyalurkan zakatnya sehingga saya bisa merasakan manfaatnya secara langsung. Semoga kebaikan dan rezeki para muzaki dibalas oleh Allah SWT dengan keberkahan yang berlipat ganda.” ujarnya.

Ucapan tersebut menjadi gambaran bahwa manfaat zakat dapat hadir begitu dekat dengan kehidupan masyarakat. Bagi seorang pelaku usaha mikro, dukungan yang diberikan bukan hanya membantu menyediakan sarana berjualan, tetapi juga menghadirkan rasa percaya diri dan kesempatan untuk terus mengembangkan usaha.

Kisah Bu Lilis menunjukkan bahwa dukungan terhadap usaha mikro dapat memberikan perubahan nyata ketika dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh. Sarana yang lebih memadai dapat menciptakan kenyamanan, meningkatkan produktivitas, dan membuka peluang bagi usaha untuk berkembang.

Dari sebuah lapak sederhana di lingkungan sekolah, Bu Lilis membuktikan bahwa usaha kecil pun memiliki ruang untuk tumbuh. Selangkah demi selangkah, dari jajanan sekolah menuju usaha yang lebih nyaman dan produktif, perjuangannya menjadi inspirasi bahwa zakat yang ditunaikan para muzaki dapat menjadi jalan tumbuhnya harapan dan kemandirian bagi penerima manfaat.