Di Balik Harum Ayam Goreng ZChicken, Ada Perjuangan Sri Wahyuni Menjaga Asa Keluarga
Setiap pagi, sebelum aktivitas warga mulai ramai, Sri Wahyuni telah lebih dulu disibukkan dengan rutinitasnya. Ia menyiapkan bahan-bahan, meracik bumbu, hingga memastikan setiap potong ayam siap disajikan untuk pelanggan. Dari sebuah gerai ZChicken di Kelurahan Simpang IV Sipin, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi, perempuan tangguh ini merangkai harapan demi masa depan keluarganya.
Program pemberdayaan ekonomi mustahik melalui ZChicken yang diinisiasi oleh BAZNAS menjadi titik awal perubahan dalam kehidupan Sri Wahyuni. Kesempatan untuk memiliki usaha sendiri memberinya ruang untuk bangkit, tidak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi pendidikan anak-anaknya.
Dengan ketekunan yang dijaga setiap hari, usaha ZChicken yang dijalankannya kini mampu menghasilkan omzet sekitar Rp300.000 hingga Rp400.000 per hari. Penghasilan tersebut menjadi penopang ekonomi keluarga sekaligus bekal untuk membiayai kebutuhan sekolah anak-anak yang menjadi impian terbesarnya.
Bagi Sri Wahyuni, setiap rupiah yang diperoleh bukan sekadar hasil penjualan, melainkan buah dari kerja keras yang dipersembahkan untuk masa depan keluarga.
"Dari hasil berjualan ZChicken ini saya bisa membantu memenuhi kebutuhan keluarga dan menyisihkan biaya untuk sekolah anak-anak. Saya berharap mereka bisa terus belajar dan memiliki masa depan yang lebih baik," ujar Sri Wahyuni.
Ia juga mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan yang diberikan melalui program pemberdayaan tersebut.
"Saya sangat bersyukur diberi kesempatan untuk memiliki usaha ini. Bagi saya, ini bukan hanya sumber penghasilan, tetapi juga harapan agar keluarga kami bisa menjalani kehidupan yang lebih baik."
Perjalanan itu tentu tidak selalu mudah. Perubahan cuaca, jumlah pelanggan yang naik turun, hingga persaingan usaha menjadi tantangan yang harus dihadapi hampir setiap hari. Namun, Sri Wahyuni memilih untuk tetap melangkah. Baginya, setiap tantangan adalah bagian dari proses yang harus dilewati demi mewujudkan cita-cita anak-anaknya.
Semangat itulah yang terus menguatkannya untuk bertahan dan berkembang.
"Saya percaya selama mau berusaha, terus belajar, dan tidak menyerah, selalu ada jalan. Perjuangan memang tidak ringan, tetapi saya ingin membuktikan bahwa usaha yang dijalani dengan sungguh-sungguh bisa mengubah kehidupan keluarga kami."
Kisah Sri Wahyuni menjadi gambaran bagaimana sebuah program pemberdayaan mampu menghadirkan perubahan nyata. Melalui ZChicken, BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan sarana usaha, tetapi juga melakukan pendampingan secara berkelanjutan agar para mustahik memiliki kemampuan mengelola usaha secara mandiri dan berkelanjutan.
Di balik setiap ayam yang tersaji hangat kepada pelanggan, tersimpan kisah tentang kerja keras, rasa syukur, dan harapan yang terus dijaga. Dari gerai sederhana itu, Sri Wahyuni membuktikan bahwa kesempatan yang diiringi tekad dan ketekunan dapat menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih mandiri dan sejahtera.