Diposting Senin, 27 Juli 2026
Oleh: Humas BAZNAS RI
Menjemput Berkah di Kebun Anggur, Langkah Berdikari Ibu Ety Bersama BAZNAS Microfinance Desa

Di halaman rumah yang tak begitu luas, deretan tanaman anggur tampak merambat rapi. Buah-buahnya mulai bergelantungan, memancarkan warna yang menggoda. Di sela-selanya, hamparan sayuran hidroponik tumbuh subur dengan daun-daun hijau yang segar. Pemandangan ini menjadi bukti bahwa keterbatasan lahan bukanlah penghalang untuk meraih harapan.


Semua itu berawal dari tekad Ibu Ety, seorang mustahik di Kabupaten Brebes, yang ingin mengubah pekarangannya menjadi sumber penghidupan. Melalui dukungan permodalan dan pendampingan dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD), langkah kecil itu kini menjelma menjadi usaha pertanian modern yang memberikan manfaat bagi keluarganya.


Di kebunnya, Ibu Ety membudidayakan berbagai varietas anggur premium, mulai dari Jupiter yang bercita rasa manis, Cabernet, hingga Muscat yang menjadi favorit para pencinta anggur. Setiap tanaman dirawat dengan penuh ketelatenan, menanti waktu terbaik untuk dipanen.


Tak hanya mengandalkan kebun anggur, Ibu Ety juga memanfaatkan setiap jengkal lahannya dengan membangun instalasi hidroponik menggunakan sistem Nutrient Film Technique (NFT). Teknologi ini memungkinkan nutrisi mengalir secara terus-menerus ke akar tanaman, sehingga sayuran tumbuh lebih cepat, sehat, dan berkualitas.


Ketekunan Ibu Ety tidak berhenti pada proses budidaya. Ia juga menghadirkan pengalaman berbeda bagi para pembeli melalui konsep agrowisata petik langsung. Masyarakat dapat datang ke kebun, menikmati suasana hijau yang menenangkan, sekaligus memetik anggur langsung dari pohonnya. Konsep ini perlahan menarik perhatian warga sekitar yang penasaran melihat kebun anggur tumbuh subur di tengah permukiman.


Menjelang panen raya yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Agustus mendatang, antusiasme masyarakat pun semakin meningkat. Kebun sederhana milik Ibu Ety kini bukan sekadar tempat bercocok tanam, melainkan menjadi ruang belajar, inspirasi, sekaligus simbol bahwa semangat berusaha mampu membuka jalan menuju kemandirian.

"Alhamdulillah, saya sangat senang dan bersyukur dengan pencapaian ini. Semoga upaya ini selalu mendapat keberkahan," ujarnya.


Kisah Ibu Ety menjadi cerminan nyata bagaimana program pemberdayaan BAZNAS Microfinance Desa mampu mengubah harapan menjadi kenyataan. Dengan akses permodalan yang tepat, pendampingan yang berkelanjutan, dan kerja keras para penerima manfaat, mustahik tidak hanya memperoleh tambahan penghasilan, tetapi juga tumbuh menjadi pelaku usaha yang mandiri, produktif, dan siap menciptakan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.


Di balik rimbunnya daun anggur dan segarnya sayuran hidroponik, tersimpan pesan sederhana namun bermakna: setiap ikhtiar yang disertai kesempatan dan pendampingan dapat berbuah menjadi keberkahan yang terus bertumbuh.