Diposting Kamis, 23 Juli 2026
Oleh: Humas BAZNAS RI
Jejen Panen 2 Ton Edamame, Kerja Keras 70 Hari Berbuah Omzet Rp30 Juta

Langit masih gelap ketika Jejen bersama keluarganya mulai melangkah menuju kebun. Embun yang masih menggantung di dedaunan menjadi saksi dimulainya hari panen yang telah dinanti selama 70 hari masa tanam. Bagi Jejen dan Kelompok Tani Itikurih, hari itu bukan sekadar memanen edamame, melainkan memetik hasil dari ketekunan, kebersamaan, dan semangat untuk terus bertumbuh.

Suasana panen berlangsung penuh gotong royong. Setiap orang menjalankan perannya dengan penuh tanggung jawab. Kaum perempuan telaten memetik polong edamame satu per satu, sementara kaum laki-laki memotong tanaman menggunakan arit dan mengangkut hasil panen menuju saung tani. Ritme kerja yang kompak menjadikan proses panen berjalan cepat dan efisien.

Selama dua hari, Kelompok Tani Itikurih berhasil memanen 2 ton edamame berkualitas tinggi. Seluruh hasil panen langsung diserap oleh Dapur MBG untuk diolah menjadi berbagai menu sehat dan bergizi. Kepastian pasar ini menjadi angin segar bagi para petani karena hasil kerja mereka langsung memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dari panen tersebut, Jejen membukukan omzet hingga Rp30.000.000. Capaian ini menjadi bukti bahwa kerja keras yang dilakukan dengan kesabaran dan kolaborasi mampu menghadirkan hasil yang membanggakan. Lebih dari sekadar meningkatkan pendapatan keluarga, keberhasilan ini juga menunjukkan kontribusi nyata petani dalam mendukung ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat.

Keberhasilan panen kali ini menjadi penyemangat baru bagi Jejen dan anggota Kelompok Tani Itikurih. Tanpa menunggu lama, mereka telah bersiap mengolah kembali lahan pertanian untuk menyambut musim tanam berikutnya. Semangat untuk terus menanam dan menghasilkan pangan berkualitas menjadi bagian dari komitmen mereka dalam membangun pertanian yang produktif dan berkelanjutan.

"Syukur sejati lahir ketika setiap hasil panen tidak hanya menjadi rezeki bagi keluarga, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi banyak orang. Dari tanah yang diolah dengan ikhtiar, tumbuh harapan, keberkahan, dan masa depan yang lebih baik." ujar Jejen.