Diposting Rabu, 22 Juli 2026
Oleh: Humas BAZNAS RI
Lima Domba Aqiqah Terjual, Ikhtiar Kecil yang Menguatkan Harapan Mustahik di Kesongo

Rabu, 22 Juli 2026 menjadi hari yang penuh rasa syukur bagi Kelompok Ternak Mendo Ngrembaka Kesongo / BT Semarang yang berlokasi di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Di balik aktivitas peternakan yang berjalan seperti biasa, tersimpan kabar menggembirakan: sebanyak lima ekor domba berhasil terjual untuk kebutuhan aqiqah lengkap dengan paket pengolahan matang.

Penjualan tersebut menghasilkan omzet sebesar Rp12.500.000, dengan harga Rp2.500.000 untuk setiap paket yang terdiri atas satu ekor domba dan layanan pengolahan hingga siap saji. Capaian ini menjadi sinyal positif bahwa semakin banyak masyarakat mempercayakan pelaksanaan ibadah aqiqah kepada Balai Ternak.

Kepercayaan itu tidak hadir begitu saja. Domba yang sehat, terawat, dan memenuhi ketentuan syariat dipadukan dengan layanan pengolahan yang praktis menjadi nilai tambah yang memudahkan masyarakat menunaikan ibadah aqiqah tanpa mengurangi esensi dan kekhusyukannya.

Lebih dari sekadar transaksi penjualan, setiap ekor domba yang terjual membawa dampak nyata bagi keberlangsungan program pemberdayaan. Hasil usaha yang diperoleh akan dikelola untuk memperkuat operasional Balai Ternak sekaligus memberikan manfaat bagi 30 mustahik yang tergabung dalam Program Balai Ternak Mendo Ngrembaka Kesongo / BT Semarang. Dengan demikian, setiap pembelian menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

Program Balai Ternak terus menunjukkan bahwa peternakan dapat menjadi jalan pemberdayaan yang produktif, profesional, dan berkelanjutan. Tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga membuka peluang bagi para mustahik untuk meningkatkan keterampilan, pendapatan, dan kesejahteraan secara bertahap.

Ke depan, Kelompok Ternak Mendo Ngrembaka Kesongo / BT Semarang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas ternak, pelayanan, serta memperluas jaringan pemasaran. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang merasakan kemudahan layanan aqiqah sekaligus ikut berkontribusi dalam menguatkan ekonomi para mustahik.

"Rasa syukur bukan hanya diucapkan saat panen keberhasilan, tetapi diwujudkan dengan menjaga amanah, menguatkan ikhtiar, dan menghadirkan manfaat bagi sesama. Setiap rezeki yang dibagikan akan menjadi jalan tumbuhnya keberkahan." pungkasnya.