Diposting Jumat, 17 Juli 2026
Oleh: Humas BAZNAS RI
Syukur di Tengah Hamparan Sawah, Wahab Saida Panen 4,2 Ton Gabah dari Lahan 0,7 Hektar

Hamparan padi yang menguning di Desa Mapilli Barat, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, menjadi saksi kebahagiaan Wahab Saida saat musim panen tiba. Senyum syukur terpancar di wajah petani binaan BAZNAS itu ketika bulir-bulir padi hasil kerja keras selama berbulan-bulan akhirnya berhasil dipanen dengan hasil yang menggembirakan.

Pada Rabu (15/7/2026), Wahab Saida mendampingi proses panen di lahan seluas 0,70 hektar miliknya. Dengan bantuan mesin combine harvester, proses panen berlangsung lebih cepat, efisien, dan mampu menjaga kualitas gabah yang dihasilkan. Di balik deru mesin yang bekerja, tersimpan cerita tentang ketekunan, semangat belajar, dan harapan yang perlahan menjadi kenyataan.

Hasil panen kali ini mencapai sekitar 4,2 ton gabah. Capaian tersebut menjadi buah dari kerja keras yang dilakukan secara konsisten, sekaligus menunjukkan bahwa penerapan teknologi pertanian mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas petani.

"Rasa syukur menjadikan setiap butir hasil panen terasa lebih bermakna, karena di baliknya ada doa, kerja keras, dan harapan yang akhirnya berbuah keberkahan."

Dengan penuh rasa syukur, Wahab Saida mengungkapkan kebahagiaannya atas hasil yang diperoleh. Menurutnya, panen kali ini memberikan hasil yang sangat memuaskan.

"Alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan. Setiap karung rata-rata berisi 120 kilogram, dengan potongan berat kadar air dan kotoran sebesar 5 kilogram per karung," ungkap Wahab Saida di sela-sela pemantauan pengangkutan hasil panen.

Bagi Wahab dan anggota Kelompok Tani Paraita lainnya, kehadiran mesin combine harvester membawa perubahan besar dalam proses panen. Pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu dan tenaga lebih banyak kini dapat diselesaikan dengan lebih cepat. Selain meningkatkan efisiensi, penggunaan teknologi ini juga membantu mengurangi kehilangan hasil panen sehingga produktivitas lahan dapat dimaksimalkan.

Keberhasilan yang diraih Wahab Saida menjadi cerminan dari semangat para petani binaan BAZNAS dalam mengembangkan pertanian yang lebih maju dan produktif. Melalui pendampingan yang berkelanjutan serta pemanfaatan teknologi yang tepat, para petani tidak hanya mampu meningkatkan hasil panen, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

Di setiap musim panen, bukan hanya gabah yang dipetik dari sawah, melainkan juga harapan yang terus tumbuh. Kisah Wahab Saida menjadi pengingat bahwa ketika kerja keras bertemu dengan kesempatan dan pendampingan yang tepat, setiap bulir padi dapat menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih sejahtera.