ZChicken dan Nabila, Dari Desa Teluk Jambu Harapan Itu Tumbuh Bersama BAZNAS
Pagi di Desa Teluk Jambu, Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muaro Jambi, berjalan seperti biasa. Aktivitas warga mulai ramai, kendaraan berlalu lalang di jalan desa, dan aroma masakan dari rumah-rumah warga perlahan memenuhi udara. Di salah satu sudut desa itu, seorang gadis muda tampak sibuk menyiapkan dagangannya. Dengan celemek sederhana dan senyum penuh semangat, Nabila Melayana (19) memulai harinya bersama gerobak usaha ZChicken miliknya.
Siapa sangka, dari usaha ayam krispi yang dirintis dengan dukungan program pemberdayaan ekonomi BAZNAS RI, Nabila kini mampu menyalakan harapan baru bagi dirinya dan keluarganya.
Di usia yang masih sangat muda, Nabila memilih untuk tidak menyerah pada keadaan. Ia justru menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk bangkit dan mandiri. Melalui bantuan usaha ZChicken dari BAZNAS, langkah kecil itu perlahan berubah menjadi sumber penghidupan yang nyata.
Setiap hari, Nabila melayani pelanggan dengan penuh ketekunan. Satu demi satu paket ayam krispi terjual hingga mencapai sekitar 30 paket per hari. Dari usaha tersebut, omzet yang diperoleh bisa mencapai Rp300 ribu per hari, dengan keuntungan sekitar Rp100 ribu. Bagi sebagian orang angka itu mungkin terlihat sederhana, namun bagi Nabila, hasil tersebut adalah simbol perjuangan, keberanian, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Lebih dari sekadar usaha kuliner, ZChicken telah menjadi jalan pemberdayaan bagi masyarakat kecil di desa. Program ini membuktikan bahwa zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga mampu menjadi kekuatan untuk membangun kemandirian ekonomi umat.
Peran BAZNAS hadir bukan hanya sebagai pemberi bantuan, melainkan sebagai pendamping yang membuka peluang bagi mustahik untuk tumbuh dan berdaya. Melalui program seperti ZChicken, BAZNAS mendorong lahirnya pelaku usaha baru dari berbagai daerah, termasuk generasi muda seperti Nabila yang memiliki semangat besar untuk maju.
Tentu perjalanan itu tidak selalu mudah. Nabila harus menghadapi berbagai tantangan usaha, mulai dari fluktuasi harga bahan baku, menjaga kualitas rasa, hingga membangun kepercayaan pelanggan di tengah persaingan. Namun, di balik setiap tantangan, ada keteguhan yang terus ia rawat.
“Alhamdulillah, usaha ini sangat membantu saya. Saya ingin terus belajar dan mengembangkan usaha agar bisa lebih maju lagi,” ujar Nabila penuh optimisme.
Kisah Nabila menjadi gambaran bagaimana zakat, ketika dikelola secara produktif dan tepat sasaran, mampu mengubah kehidupan. Dari sebuah desa di Muaro Jambi, semangat itu kini terus menyala — menghadirkan harapan, membuka peluang, dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
BAZNAS melalui program ZChicken tidak hanya menghadirkan bantuan usaha, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri bahwa masyarakat desa pun mampu mandiri, berkembang, dan menjadi bagian dari kebangkitan ekonomi umat Indonesia.