Semangat Pantang Menyerah di Balik Wajan Panas, Kisah Jubaidah Bersama BAZNAS Menguatkan Usaha ZChicken
Aroma ayam krispi yang gurih mengepul dari sebuah gerobak sederhana di sebuah sudut Kota Jambi. Di balik kepulan panas itu, ada kisah tentang keteguhan hati, kerja keras, dan harapan yang terus dijaga. Sosok itu adalah Ibu Jubaidah—seorang ibu sekaligus pelaku usaha kecil yang tak pernah menyerah pada keadaan.
Pasca Idulfitri, ketika harga bahan baku melonjak tajam dan banyak pelaku usaha mulai goyah, Ibu Jubaidah justru memilih untuk bertahan. Bukan tanpa tantangan. Kenaikan harga minyak, ayam, hingga kebutuhan dapur lainnya membuatnya harus memutar otak agar usaha tetap berjalan.
Namun, di tengah keterbatasan itu, ia menemukan kekuatan—dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI.
Dari Bantuan Menjadi Harapan Baru
Bagi Ibu Jubaidah, bantuan usaha ZChicken dari BAZNAS bukan sekadar modal. Lebih dari itu, bantuan tersebut menjadi titik balik dalam hidupnya. Dari yang sebelumnya serba terbatas, kini ia memiliki kesempatan untuk bangkit dan mengembangkan usaha kuliner yang menjadi tumpuan ekonomi keluarga.
Dengan penuh ketekunan, ia mulai merintis usahanya. Mengolah ayam krispi dengan resep sederhana, namun penuh cita rasa. Perlahan, pelanggannya bertambah. Kepercayaan pun tumbuh.
“Yang penting tetap jalan dulu, rezeki insyaAllah mengikuti,” menjadi prinsip yang ia pegang teguh setiap hari.
Bertahan di Tengah Lonjakan Harga
Kondisi ekonomi yang tidak menentu memaksanya melakukan penyesuaian. Harga jual paket nasi ayam krispi kini menjadi Rp12.000, sementara paket lengkap dengan tambahan tahu dan tempe dijual Rp14.000. Keputusan ini bukan hal mudah, karena ia harus tetap menjaga keseimbangan antara daya beli pelanggan dan keberlangsungan usaha.
Namun, Ibu Jubaidah tak ingin mengorbankan kualitas. Baginya, rasa adalah kunci. Ia memastikan setiap porsi yang disajikan tetap lezat dan memuaskan. Pelayanan yang ramah pun menjadi nilai tambah yang membuat pelanggan kembali datang.
Tak berhenti di menu utama, Ibu Jubaidah mulai berinovasi. Ia menambahkan berbagai pilihan menu pendamping seperti aneka minuman, bubur ayam, hingga telur congkel. Langkah sederhana ini ternyata berdampak besar—menarik lebih banyak pembeli dan meningkatkan nilai transaksi harian.
Lebih dari itu, ia juga mulai merambah dunia digital. Dengan memanfaatkan platform seperti GoFood dan GrabFood, jangkauan pasarnya semakin luas. Dari yang awalnya hanya mengandalkan pelanggan sekitar, kini pesanannya datang dari berbagai penjuru Kota Jambi.
Perubahan ini menjadi bukti bahwa pelaku usaha kecil pun mampu beradaptasi di era digital, selama ada kemauan untuk belajar dan berkembang.
Peran BAZNAS: Menguatkan dari Hulu ke Hilir
Di balik perkembangan usaha Ibu Jubaidah, ada peran besar BAZNAS yang tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga pendampingan usaha. Program ZChicken menjadi salah satu wujud nyata bagaimana zakat dikelola secara produktif untuk memberdayakan mustahik.
BAZNAS hadir bukan sekadar sebagai pemberi bantuan, tetapi sebagai mitra yang menguatkan. Dari penyediaan sarana usaha, pelatihan, hingga dorongan untuk memanfaatkan teknologi digital—semuanya menjadi bagian dari upaya menciptakan kemandirian ekonomi.
Kisah Ibu Jubaidah adalah satu dari sekian banyak bukti bahwa zakat, ketika dikelola dengan tepat, mampu mengubah kehidupan. Dari yang semula bergantung, menjadi mandiri. Dari yang kesulitan, menjadi penuh harapan.
Omzet yang Tumbuh, Harapan yang Menguat
Berlokasi di Kelurahan Selamat, Kecamatan Danau Sipin, usaha ZChicken milik Ibu Jubaidah kini mampu mencatat omzet harian sekitar Rp400.000 hingga Rp500.000, dengan keuntungan berkisar Rp150.000 per hari.
Angka ini bukan sekadar nominal. Di baliknya, ada perjuangan panjang, kerja keras tanpa lelah, dan doa yang tak pernah putus. Ada harapan untuk masa depan keluarga yang lebih baik.
Bagi Ibu Jubaidah, usaha ini bukan hanya soal mencari nafkah. Ini adalah tentang menjaga martabat, tentang membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berjuang.
Dan bagi BAZNAS, kisah ini adalah pengingat bahwa setiap rupiah zakat yang disalurkan dengan amanah dapat menjadi cahaya bagi mereka yang membutuhkan.
Di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah, kisah Ibu Jubaidah menjadi inspirasi—bahwa dengan semangat pantang menyerah, inovasi, dan dukungan yang tepat, usaha kecil pun bisa tumbuh dan memberi harapan besar.