Aroma Harapan dari Gerai ZChicken, Peran BAZNAS Menguatkan Usaha Ibu Rani di Kota Jambi
Di suatu tempat di Kelurahan Kenali Asam Atas, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, aroma ayam krispi yang menggoda mulai tercium sejak pagi. Di sanalah Ibu Rani Febriani (34) menapaki hari-harinya—berjualan dengan penuh semangat, menguatkan ekonomi keluarga lewat usaha ZChicken, program pemberdayaan dari BAZNAS.
Sejak matahari belum tinggi, Ibu Rani sudah membuka lapak. Pagi hari ia melayani pelanggan sarapan dan kopi—para pekerja dan warga sekitar yang singgah sebelum beraktivitas. Menjelang siang, menu berganti: ayam krispi ZChicken menjadi andalan hingga sore. Rutinitas panjang itu dijalaninya tanpa keluh, justru dengan keyakinan bahwa kerja keras yang konsisten akan berbuah manis.
“Alhamdulillah, penjualan sedang baik, jadi saya tambah semangat untuk jualan,” ujarnya sambil tersenyum optimistis.
Dari Pendampingan ke Kemandirian
Usaha ZChicken yang dijalankan Ibu Rani bukan sekadar lapak ayam goreng. Di baliknya, ada pendampingan intensif yang menjadi ciri program pemberdayaan BAZNAS RI. Baru-baru ini, pendamping program melakukan monitoring langsung ke gerai—memastikan operasional berjalan baik, mengevaluasi perkembangan usaha, sekaligus memberi masukan strategis agar usaha terus tumbuh.
Dengan suami yang bekerja di toko grosir dan penghasilan keluarga yang terbatas, ZChicken menjadi penopang penting ekonomi rumah tangga. Enam bulan berjalan, grafik penjualan menunjukkan tren positif. Gerai buka setiap hari pukul 07.00–17.00 WIB, dengan rata-rata penjualan 30–40 potong ayam per hari dan omzet hingga Rp500.000 per hari—angka yang memberi napas lega bagi kebutuhan keluarga.
Dorongan Digital, Jangkauan Lebih Luas
Dalam sesi monitoring, pendamping BAZNAS tak hanya mencatat angka. Mereka mendorong Ibu Rani untuk memanfaatkan layanan pemesanan online agar jangkauan pelanggan meluas. Langkah ini dinilai krusial untuk menambah kanal penjualan, memperkuat merek lokal, dan menjaga keberlanjutan usaha di tengah persaingan.
Pendampingan semacam ini menjadi pembeda: BAZNAS hadir bukan hanya memberi modal, tetapi juga pengetahuan, motivasi, dan arah tumbuh. Bagi Ibu Rani, kehadiran pendamping memberi rasa aman—ada mitra yang berjalan bersama, mengawal dari hulu ke hilir.
Bukti Nyata Zakat Produktif
Kisah Ibu Rani adalah potret zakat produktif yang bekerja. Dana umat diolah menjadi peluang usaha, didampingi secara berkelanjutan, lalu berbuah kemandirian. Ketekunan pelaku usaha bertemu dengan sistem pendampingan yang tepat—hasilnya nyata, terasa, dan berkelanjutan.
Di Kenali Asam Atas, suara penggorengan dan sapaan ramah pelanggan menjadi saksi: ketika kesempatan bertemu kegigihan, kesejahteraan keluarga pelan-pelan menguat. Dan di balik itu, peran BAZNAS tampak jelas—menghadirkan harapan, menumbuhkan ekonomi, dan mengubah potensi menjadi prestasi.