Diposting Senin, 09 Februari 2026
Oleh: Humas BAZNAS
Merawat Harapan dari Kandang, Kisah Pak Sabari dan Dukungan BAZNAS di Bantul

Di sebuah sudut perbukitan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, suara embikan domba terdengar menyatu dengan semilir angin pagi. Dari kandang sederhana di Padukuhan Srunggo 2, Kalurahan Selopamioro, sosok Pak Sabari memulai hari dengan rutinitas yang telah ia jalani bertahun-tahun. Usianya tak lagi muda, namun semangatnya dalam merawat ternak justru semakin matang—penuh ketekunan, kesabaran, dan perhitungan yang rapi.

Pak Sabari adalah Ketua Kelompok Ternak Berkah Cerme. Di bawah tangannya, sebanyak 35 ekor domba dan kambing dirawat dengan disiplin tinggi. Baginya, beternak bukan sekadar memelihara hewan, melainkan merawat amanah dan harapan untuk masa depan keluarga serta kelompoknya.

Setiap hari, dua prinsip utama selalu ia pegang teguh: pakan berkualitas dan kandang yang bersih. Pagi, siang, hingga sore hari, ternak-ternaknya mendapat pakan hijauan sekitar empat kilogram per ekor. Rumput lapang, rumput odot, kolonjono, gajahan, hingga limbah pertanian seperti tebon jagung dan rendeng daun kacang-kacangan dimanfaatkan secara optimal. Menjelang malam, pakan konsentrat berbentuk komboran—campuran kleci, polar, dan dedak—diberikan dengan takaran pas, sekitar dua ons per ekor.

Namun, perhatian Pak Sabari tak berhenti pada pakan. Sebelum dan sesudah waktu makan, ia selalu memastikan palungan dan area kandang dalam kondisi bersih. Kebiasaan sederhana ini menjadi kunci penting menjaga kesehatan ternak, mencegah penyakit, sekaligus menciptakan lingkungan yang nyaman.

Dari 29 ekor domba dengan beragam jenis—AJ, AB, IB, BB, hingga BJ—serta enam ekor kambing, Pak Sabari terus belajar dan berinovasi. Ia memadukan peternakan dengan sistem Integrated Farming System (IFS). Lahan pribadi dan lahan milik kelompok ternak disulap menjadi bank pakan, ditanami berbagai jenis rumput hijauan agar ketersediaan pakan tetap terjaga sepanjang tahun.

Bersama sang istri, Pak Sabari juga menanam cabai dan terong di lahan yang sama. Integrasi pertanian dan peternakan ini tak hanya menekan biaya produksi, tetapi juga membuka sumber penghasilan tambahan. Dari tanah dan kandang, tumbuh kemandirian ekonomi yang perlahan namun pasti.

Apa yang dilakukan Pak Sabari bukanlah perjalanan seorang diri. Kelompok Ternak Berkah Cerme merupakan bagian dari Program Balai Ternak yang mendapat pendampingan dan dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Melalui program ini, zakat tidak hanya disalurkan sebagai bantuan sesaat, tetapi diolah menjadi kekuatan produktif yang mengubah mustahik menjadi pelaku usaha yang berdaya.

Kisah Pak Sabari menjadi cermin bagaimana zakat, ketika dikelola secara tepat, mampu melahirkan ketahanan ekonomi berbasis komunitas. Dari kandang sederhana di Bantul, lahir bukti bahwa kerja keras, ilmu, dan dukungan BAZNAS dapat bersatu membangun masa depan yang lebih mandiri dan bermartabat.