Diposting Kamis, 05 Februari 2026
Oleh: Humas BAZNAS
Z Coffee di IPB Bogor, dari Program BAZNAS Menjadi Harapan Usaha Mandiri di Kampus

Di antara hiruk pikuk mahasiswa yang kembali memadati kampus setelah libur semester, sebuah kedai sederhana di area Masjid Al Huriah, Institut Pertanian Bogor (IPB), hadir membawa aroma harapan. Z Coffee, usaha kopi binaan BAZNAS RI, perlahan namun pasti menunjukkan geliat positif sebagai ruang usaha produktif bagi mustahik—sekaligus titik temu hangat bagi civitas akademika Institut Pertanian Bogor.

Beroperasi setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB, Z Coffee menjadi magnet baru bagi mahasiswa yang membutuhkan rehat singkat di sela aktivitas perkuliahan. Berlokasi strategis di lingkungan masjid kampus, kedai ini menyuguhkan es kopi kekinian dan minuman pendukung lainnya dengan harga terjangkau—tepat sasaran bagi kantong mahasiswa.

Respons Positif Mahasiswa, Penjualan Terus Meningkat

Memasuki awal tahun ajaran baru, antusiasme mahasiswa terhadap Z Coffee meningkat signifikan. Dalam sehari, kedai ini mampu menjual sedikitnya 20 hingga 30 cup, dengan omzet harian berkisar Rp200.000 hingga Rp350.000. Angka tersebut menjadi indikator awal yang menjanjikan bagi keberlangsungan usaha di lingkungan kampus yang dinamis.

Stabilitas penjualan ini bukan sekadar angka. Ia mencerminkan penerimaan pasar yang baik, kualitas produk yang konsisten, serta ketepatan konsep usaha yang selaras dengan kebutuhan mahasiswa.

Peran BAZNAS: Dari Bantuan Menjadi Kemandirian

Di balik keberhasilan Z Coffee, terdapat peran penting BAZNAS RI melalui Program Z Coffee. Program ini dirancang untuk mendorong mustahik agar tidak hanya menerima bantuan konsumtif, tetapi juga bertransformasi menjadi pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing.

Akna, mustahik binaan BAZNAS sekaligus pengelola Z Coffee, merasakan langsung dampak program ini. Dengan dukungan permodalan, pendampingan, dan kepercayaan untuk mengelola usaha, Akna kini mampu meraih omzet bulanan minimal Rp5 juta. Capaian tersebut menjadi lompatan besar dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan kepercayaan diri sebagai wirausahawan.

“Program ini bukan hanya memberi modal, tapi juga harapan dan semangat untuk terus berkembang,” ungkap Akna.

Kopi, Kampus, dan Masa Depan

Z Coffee menjadi contoh konkret bagaimana zakat yang dikelola secara produktif mampu melahirkan perubahan nyata. Dari secangkir kopi di sudut kampus, lahir cerita tentang kemandirian ekonomi, kreativitas mustahik, dan keberpihakan pada masa depan yang lebih baik.

Ke depan, Z Coffee tidak hanya diharapkan bertahan, tetapi juga berkembang—menjadi inspirasi bagi program pemberdayaan serupa di berbagai wilayah. Dan bagi para mahasiswa IPB, Z Coffee akan terus menjadi teman setia: tempat singgah, berbagi cerita, dan menyesap harapan di setiap tegukan kopi.