Diposting Rabu, 04 Februari 2026
Oleh: Humas BAZNAS
Kolaborasi Suami Istri di Balai Ternak BAZNAS, Ikhtiar Menjaga Harapan dari Kandang Sederhana

Pagi di Balai Ternak Sumedang selalu dimulai dengan kesederhanaan yang sarat makna. Di sela embun yang belum sepenuhnya terangkat, sepasang suami istri, Bapak Omo dan Ibu Apong, menjalani rutinitas yang bagi mereka bukan sekadar pekerjaan—melainkan ikhtiar hidup. Keduanya adalah anggota kelompok peternak binaan BAZNAS, yang hari demi hari membuktikan bahwa zakat produktif mampu menumbuhkan kemandirian, bahkan dari kandang sederhana.

Di Balai Ternak Sumedang, tepatnya di Desa Cijeungjing, Kecamatan Jatigede, gotong royong keluarga menjadi fondasi pengelolaan ternak yang sehat dan berkelanjutan. Dengan pendampingan dan standar yang ditetapkan BAZNAS,

Bapak Omo dan Ibu Apong berbagi peran demi satu tujuan: menjaga kualitas ternak sekaligus masa depan keluarga.

Bapak Omo memulai hari dengan memandikan tujuh ekor domba—empat indukan dan tiga cempe betina. Aktivitas ini bukan rutinitas biasa. Di bawah bimbingan program BAZNAS, pemandian rutin menjadi bagian dari standar operasional sanitasi untuk mencegah parasit kulit dan menjaga kebugaran ternak. Usai memastikan domba bersih, ia bergegas mencari rumput segar, memastikan kebutuhan pakan hijauan tetap tercukupi.

Di saat yang sama, Ibu Apong mengambil peran tak kalah penting. Ia menggembalakan domba-domba yang baru dimandikan agar bulu mengering sempurna di bawah sinar matahari. Penggembalaan ini bukan sekadar “menjemur”, melainkan memberi ruang gerak bagi ternak—terutama cempe—agar tumbuh aktif dan sehat di area terbuka yang bersih. Dengan pengawasan telaten, keamanan ternak tetap terjaga.

“Alhamdulillah, sejak dibina BAZNAS, kami jadi lebih paham cara merawat ternak yang benar. Ada aturan kebersihan, ada pendampingan, dan kami merasa tidak berjalan sendiri,” tutur Ibu Apong dengan mata berbinar. Bagi mereka, dukungan BAZNAS bukan hanya soal modal, tetapi juga ilmu, pendampingan, dan kepercayaan diri.

Kolaborasi sederhana ini membuat waktu kerja di lapangan menjadi efisien. Satu mencari pakan, satu menjaga ternak—semuanya berjalan rapi. Inilah wajah zakat produktif yang dihadirkan BAZNAS: melibatkan keluarga sebagai motor penggerak, menumbuhkan disiplin, dan menanamkan etos kerja berkelanjutan.

Harapannya jelas. Tiga cempe betina yang dirawat dengan penuh kedisiplinan hari ini kelak tumbuh menjadi indukan berkualitas. Dari sanalah roda kesejahteraan keluarga berputar lebih kuat. “Kami bersyukur, semoga usaha kecil ini membawa keberkahan dan bisa terus berkembang,” ujar Bapak Omo pelan.

Di Balai Ternak Sumedang, kisah Bapak Omo dan Ibu Apong menjadi bukti bahwa peran BAZNAS melampaui angka dan laporan. Ia hadir dalam rutinitas harian, dalam tangan yang membersihkan kandang, dan dalam doa yang menggantungkan harapan—bahwa dari zakat yang dikelola dengan amanah, lahir kemandirian yang bermartabat.