Bertahan di Tengah Gempuran Ritel Modern, Abdul Hamid Bangkit Bersama ZMart BAZNAS
Di tengah menjamurnya toko ritel modern dan semakin ketatnya persaingan warung kelontong, tidak semua pelaku usaha kecil mampu bertahan. Namun, ketekunan dan strategi yang tepat menjadi kunci bagi Abdul Hamid (41), saudagar ZMart binaan BAZNAS asal Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, untuk tetap berdiri tegak menghidupi keluarganya.
Warung sederhana milik Abdul Hamid bukan sekadar tempat jual beli. Di sanalah harapan keluarga bertumpu. Setiap hari, ia mampu mencatatkan omzet yang relatif stabil, mencapai sekitar Rp700.000. Hasil tersebut menjadi sumber utama nafkah untuk istri dan satu anaknya.
Bagi Hamid, berdagang adalah ikhtiar hidup. Sejak pagi hingga petang, ia menjaga warungnya dengan penuh kesabaran. Di tengah maraknya minimarket modern yang menawarkan kenyamanan dan promosi besar-besaran, warung ZMart miliknya tetap memiliki daya tarik tersendiri.
Keberhasilan Abdul Hamid tak lepas dari pendampingan dan dukungan program ZMart BAZNAS. Melalui program ini, BAZNAS hadir memperkuat warung-warung kecil agar mampu bersaing secara sehat dan berkelanjutan. Bantuan permodalan, penataan usaha, hingga pendampingan pengelolaan warung menjadi bekal penting bagi Hamid dalam menjaga stabilitas usahanya.
Lokasi strategis turut menjadi keunggulan. Warung ZMart milik Hamid berdiri tidak jauh dari Madrasah Diniyah, menjadikannya tempat favorit para santri dan pelajar. Saat jam istirahat dan pulang sekolah, warung tersebut selalu ramai oleh anak-anak yang membeli jajanan.
“Alhamdulillah, meskipun sekarang banyak kompetitor, omzet masih stabil di kisaran 700 ribu per hari. Kami sangat bersyukur masih diberi kelancaran,” ujar pria kelahiran Demak itu dengan wajah penuh syukur.
Hamid memahami betul karakter konsumennya. Selain menyediakan kebutuhan pokok masyarakat, ia memperbanyak variasi makanan dan minuman ringan yang digemari anak-anak sekolah. Strategi sederhana namun tepat sasaran ini terbukti menjadi penopang utama perputaran uang di warungnya.
“Anak-anak sekolah memang jajannya sedikit-sedikit, tapi sering. Alhamdulillah, itu sangat membantu,” tuturnya.
Sebagai mitra binaan BAZNAS, Abdul Hamid juga terus didorong untuk menjaga ketersediaan stok dan pelayanan yang ramah. Konsistensi menjadi kunci, sebab warung ini merupakan satu-satunya sumber penghidupan keluarga. Ia tak ingin pelanggan kecewa hanya karena barang yang dicari tidak tersedia.
Penjualan dari kategori makanan ringan kini menjadi “mesin” utama penggerak omzet harian. Meski terlihat sederhana, warung ZMart ini menjadi bukti nyata bahwa dengan pendampingan yang tepat, usaha kecil mampu bertahan bahkan tumbuh di tengah arus persaingan modern.
Kisah Abdul Hamid adalah potret bagaimana BAZNAS tidak hanya menyalurkan zakat, tetapi juga menghadirkan harapan dan kemandirian ekonomi bagi mustahik. Melalui program ZMart, BAZNAS membantu pelaku usaha kecil bangkit, berdaya, dan terus melangkah demi masa depan keluarga yang lebih baik.