Meracik Harapan dari Dapur Sederhana, Kisah Bumbu Pecel Bu Kuswanti Bersama BAZNAS
Di balik aroma khas bumbu pecel yang menggoda selera, tersimpan kisah perjuangan seorang ibu yang tak pernah lelah berikhtiar. Dari dapur sederhana di kawasan Sukun, Kota Malang, Kuswanti (40) setia meracik bumbu pecel dengan tangan sendiri dan doa yang tak putus.
Sejak 2004, usaha kecil yang ia bangun perlahan ini menjadi sandaran hidup keluarga, sekaligus bukti bahwa ketekunan dan kesabaran mampu menjaga harapan tetap menyala, hingga akhirnya bertemu dengan dukungan dan pendampingan dari BAZNAS Microfinance Malang.
Perjalanan usaha Bu Kuswanti bukanlah kisah instan. Selama lebih dari dua dekade, ia setia mengolah bumbu pecel dengan resep keluarga yang dijaga cita rasanya. Usaha rumahan itu terus bertahan di tengah pasang surut ekonomi, hingga akhirnya menemukan titik penguatan saat bergabung sebagai mitra UMKM binaan BAZNAS Microfinance Malang dalam dua tahun terakhir.
Bergabung dengan BAZNAS Microfinance Malang menjadi babak baru dalam perjalanan usaha Bu Kuswanti. Tak sekadar mendapatkan tambahan permodalan, ia juga memperoleh pendampingan usaha yang menyeluruh, mulai dari pengelolaan administrasi, penguatan manajemen sederhana, hingga pengembangan kemasan produk agar lebih layak bersaing di pasar yang lebih luas.
“Alhamdulillah sejak menjadi mitra BAZNAS semakin mudah dalam usaha, mulai dari administrasinya, modalnya, juga kemudahan dalam kemasannya,” tutur Bu Kuswanti dengan wajah penuh syukur.
Salah satu dukungan nyata yang ia rasakan adalah bantuan kemasan dari BAZNAS Microfinance Malang. Kemasan bumbu pecel yang sebelumnya sederhana kini tampil lebih rapi dan menarik. Perubahan ini memberi dampak signifikan, bukan hanya pada tampilan produk, tetapi juga pada kepercayaan konsumen dan nilai jual yang semakin meningkat.
Dengan kemasan yang lebih representatif, Bumbu Pecel Bu Kuswanti kini tak lagi hanya dinikmati warga sekitar. Selain dijual setiap hari secara langsung di Jl. Andalas Tengah, Kota Malang, pemasarannya juga merambah ke ranah online. Pesanan datang dari berbagai daerah, bahkan pengiriman rutin dua minggu sekali telah menjangkau Tangerang.
Produk Bumbu Pecel Bu Kuswanti tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari kemasan 250 gram, 500 gram, hingga 1.000 gram, menyesuaikan kebutuhan konsumen rumah tangga maupun pembeli dalam jumlah besar. Fleksibilitas ini menjadi salah satu strategi agar produknya tetap relevan di berbagai segmen pasar.
Di balik keberhasilan tersebut, Bu Kuswanti memegang prinsip sederhana namun kuat. Menjaga rasa dan kualitas adalah kunci utama agar pelanggan tetap setia. Ia juga berusaha terbuka terhadap informasi dan pembaruan seputar pengembangan usaha, sembari terus belajar dari proses yang dijalani.
“Bismillah, semoga selalu dimudahkan dalam memperoleh informasi yang ter-update,” ujarnya lirih, penuh harap.
Lebih dari sekadar strategi bisnis, Bu Kuswanti menanamkan nilai istiqomah, sabar, dan bersyukur dalam setiap langkah usahanya. Baginya, ketekunan dan kesabaran adalah modal utama yang tak kalah penting dari peralatan atau bahan baku.
Kisah Bu Kuswanti menjadi potret nyata peran BAZNAS Microfinance Malang dalam mendorong UMKM agar tumbuh dan naik kelas. Melalui pembiayaan yang amanah, pendampingan berkelanjutan, serta dukungan pengembangan produk seperti kemasan, BAZNAS hadir bukan hanya sebagai pemberi bantuan, tetapi sebagai mitra perjuangan bagi pelaku usaha kecil.
Dari dapur sederhana di Sukun, Bu Kuswanti terus meracik harapan—membuktikan bahwa dengan ikhtiar, pendampingan yang tepat, dan keberkahan zakat yang dikelola BAZNAS, UMKM lokal mampu berdiri lebih kuat dan berdaya secara ekonomi.