Diposting Kamis, 22 Januari 2026
Oleh: Humas BAZNAS
Kisah Ibu Elfi Yetra, Mustahik Binaan BAZNAS yang Bangkit Berkat Modal Usaha

Terminal Bus Aur Kuning, Bukittinggi, Sumatra Barat, jadi saksi aroma nasi ampera yang menggugah selera kerap menyambut para penumpang dan sopir yang singgah sejenak melepas lelah. Di balik kepulan asap dapur sederhana itu, ada kisah perjuangan seorang ibu tangguh bernama Elfi Yetra (53), yang tak pernah lelah berjuang demi keluarga.

Sejak bertahun-tahun lalu, Ibu Elfi menggantungkan hidup dari berjualan nasi ampera di kawasan terminal. Persaingan ketat dengan pedagang lain membuat penghasilannya tak menentu. Setiap hari ia harus berpikir keras bagaimana agar dagangannya tetap diminati di tengah banyaknya pilihan makanan.

“Kalau tidak berinovasi, pembeli bisa beralih ke warung sebelah,” kenangnya.

Namun, keterbatasan modal membuat Ibu Elfi tak mampu menambah variasi menu. Ia hanya bisa pasrah dengan penghasilan seadanya, yang rata-rata sekitar Rp2,4 juta per bulan. Penghasilan itu harus cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus biaya pendidikan anak-anaknya.

Uluran Tangan BAZNAS Membuka Jalan Perubahan

Harapan mulai tumbuh ketika Ibu Elfi mengenal Program Baznas Microfinance Desa (BMD) Bukittinggi. Program pemberdayaan ekonomi yang diinisiasi oleh BAZNAS ini hadir sebagai solusi pembiayaan syariah bagi pelaku usaha kecil agar bisa berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.

Tanpa ragu, Ibu Elfi mendaftarkan diri sebagai mitra mustahik binaan BAZNAS. Melalui program BMD, ia mendapatkan bantuan modal usaha sebesar Rp3.000.000.

“Modal ini saya gunakan untuk menambah barang dagangan seperti minuman, aneka mie rebus, dan nasi goreng,” tuturnya dengan mata berbinar.

Bantuan tersebut bukan sekadar dana, melainkan suntikan semangat dan kepercayaan diri. Warung kecilnya kini tampil lebih lengkap, menawarkan lebih banyak pilihan bagi para pelanggan terminal.

Usaha Tumbuh, Harapan Menguat

Perlahan namun pasti, perubahan mulai terasa. Pelanggan semakin ramai, omzet pun meningkat. Dari sebelumnya sekitar Rp2,4 juta per bulan, kini pendapatan Ibu Elfi melonjak hingga Rp4 juta per bulan.

Kenaikan itu membawa dampak besar bagi keluarganya. Ia kini lebih tenang memenuhi kebutuhan sehari-hari dan semakin mantap menyekolahkan anak-anaknya.

“Alhamdulillah, sekarang usaha lebih lancar. Saya bisa lebih tenang memikirkan masa depan anak-anak,” ucapnya haru.

BAZNAS, Menyalakan Asa Kemandirian Mustahik

Kisah Ibu Elfi menjadi bukti nyata bagaimana zakat yang dikelola secara amanah dan profesional oleh BAZNAS mampu mengubah kehidupan mustahik. Program BMD tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga membuka jalan menuju kemandirian ekonomi.

BAZNAS terus berkomitmen menghadirkan solusi pembiayaan syariah yang produktif dan berkelanjutan, agar para pelaku usaha kecil bisa tumbuh, berdaya, dan sejahtera.

Di balik kesibukan terminal, warung nasi ampera Ibu Elfi kini bukan sekadar tempat makan. Ia menjadi simbol harapan baru—bahwa dengan ikhtiar, doa, dan dukungan zakat dari BAZNAS, kehidupan yang lebih baik bukanlah sekadar mimpi.