Ceker Mercon Bang Juprial, Menu Pedas yang Mengubah Asa di ZChicken Muaro Jambi
Selasa siang itu, aroma pedas menggoda menyebar dari sebuah gerai sederhana di Desa Sekernan, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi. Dari balik etalase ZChicken, Juprial—yang akrab disapa Bang Juprial—tampak sibuk menyiapkan pesanan pelanggan. Wajahnya sumringah, tangannya cekatan meracik bumbu rempah untuk menu terbarunya yang kini tengah naik daun: Ceker Mercon.
Menu ini bukan sekadar tambahan daftar makanan. Bagi Bang Juprial, Ceker Mercon adalah simbol semangat untuk terus bangkit dan berkembang. Lewat inovasi sederhana namun penuh keberanian, ia berusaha menjaga roda usahanya terus berputar dan memberi harapan baru bagi masa depan keluarganya.
Ceker Mercon hadir dengan cita rasa pedas khas yang membakar lidah, namun tetap kaya rempah. Sensasi pedasnya bisa disesuaikan dengan selera pelanggan, dari yang sedang hingga super pedas. Tak heran, menu ini langsung mencuri perhatian masyarakat sekitar, terutama pecinta makanan pedas yang selalu mencari tantangan rasa baru.
Pendamping program ZChicken yang berkunjung langsung ke gerai Bang Juprial pun tak melewatkan kesempatan mencicipi menu andalan tersebut. Gigitan pertama langsung menghadirkan sensasi pedas yang nendang, berpadu dengan bumbu yang meresap hingga ke tulang. “Pedasnya pas, bumbunya terasa kuat. Ini cocok sekali dengan lidah orang sini,” ujar salah satu pendamping sambil tersenyum puas.
Di balik suksesnya menu Ceker Mercon, tersimpan cerita perjuangan seorang penerima manfaat program pemberdayaan ekonomi BAZNAS. Juprial adalah salah satu mustahik yang mendapatkan pendampingan usaha melalui program ZChicken—sebuah program yang dirancang untuk membantu masyarakat prasejahtera agar memiliki usaha mandiri dan berkelanjutan.
“Ceker Mercon ini kami buat karena banyak pelanggan yang suka pedas. Level pedasnya bisa disesuaikan, dan kami tetap menjaga cita rasa bumbu supaya pelanggan puas,” tutur Juprial dengan penuh semangat.
Baginya, inovasi adalah kunci untuk bertahan. Ia menyadari bahwa persaingan usaha kuliner semakin ketat. Karena itu, ia tak ingin hanya bergantung pada menu lama. Ia terus mencari ide, berani mencoba hal baru, dan mendengarkan keinginan pelanggan.
Melalui pendampingan dari BAZNAS, Juprial tak hanya mendapatkan bantuan modal usaha, tetapi juga pembinaan, motivasi, dan penguatan kapasitas sebagai pelaku UMKM. Dari usaha kecil di desa, kini ZChicken Juprial perlahan tumbuh menjadi sumber penghidupan yang lebih menjanjikan.
Program ZChicken sendiri merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS dalam mendorong kemandirian ekonomi mustahik. Program ini tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga menanamkan semangat wirausaha agar para penerima manfaat mampu bangkit, berdaya, dan mandiri.
Kini, setiap porsi Ceker Mercon yang terjual bukan hanya soal rasa pedas yang menggugah selera, tetapi juga tentang perjuangan, harapan, dan masa depan yang sedang dirajut perlahan oleh seorang Bang Juprial—bersama BAZNAS, menjemput kemandirian dengan penuh keyakinan.
Dari dapur kecil di Desa Sekernan, aroma pedas Ceker Mercon terus menguar. Mengundang pelanggan datang silih berganti, sekaligus mengabarkan bahwa di balik sepiring ceker pedas, ada kisah perjuangan yang layak untuk terus diperjuangkan.